Imam Asy-Syafi’i mengatakan:

وَأُحِبُّ لِلرَّجُلِ الزِّيَادَةَ بِالْجُوْدِ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ اِقْتِدَاءً بِهِ وَلِحَاجَةِ النَّاسِ فِيْهِ إِلَى مَصَالِحِهِمْ وَلِتَشَاغُلِ كَثِيْرٍ مِنْهُمْ بِالصَّوْمِ وَالصَّلَاةِ عَنْ مَكَاسِبِهِمْ

“Kusukai agar seorang muslim itu makin dermawan di bulan Ramadhan dalam rangka meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Banyak orang yang memerlukan bantuan di bulan Ramadhan untuk memenuhi kebutuhannya dan banyak orang sibuk puasa dan sholat sehingga harus libur kerja.” (Mukhtasar Kitab al-Umm karya al-Muzani hlm 89, Dar al-Ma’rifah Beirut)

Semestinya seorang muslim itu sudah menjadi seorang yang dermawan di luar bulan Ramadhan dan di bulan Ramadhan dianjurkan agar makin dermawan.

Kewajiban orang yang berakal apabila Allah memberikan kepada dia kekayaan dunia yang fana, ia tahu bahwa kenikmatan-kenikmatan itu pasti akan hilang. Karena kenikmatan dunia tidak akan kekal. Bahwasanya kenikmatan itu pasti akan ia tinggalkan dan diwariskan kepada orang lain. Bahwasanya harta dan kenikmatan dunia tidak akan bermanfaat dalam kehidupan akhirat kecuali apabila harta tersebut digunakan untuk beramal shalih. Maka apabila ia tahu itu, bahwa harta itu hakikatnya memberatkan hisab pada hari kiamat. Semua harta yang kita miliki pasti akan ditanya oleh Allah. Dari mana harus itu diambil dan untuk apa harta tersebut disalurkan.

Maka kalau kita sudah tahu hal itu, apa yang harus kita lakukan?

Hendaknya seseorang mengerahkan seluruh kemampuan dia untuk melaksanakan hak-hak dalam hartanya tersebut dan melaksanakan kewajiban yang merupakan sebab daripada dia bisa melaksanakan hak-hak tersebut. Ingatlah bahwa dalam harta kita itu ada hak untuk fakir miskin, hak yang harus disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan, demikian pula untuk diinfakkan dijalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan itu adalah merupakan sumber daripada keberkahan harta. Sebab tidak mungkin harta itu diberkahi oleh Allah kecuali dengan perbuatan seperti itu. Justru harta ketika kita tahan, ketika kita kikir dengan harta, demi Allah tidak akan pernah harta tersebut diberkahi oleh Allah. Makanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Sallam mengatakan bahwa setiap harinya ada dua malaikat yang turun. Yang satu berdo’a:

Justru dia akan terus memberkahi dan memberkahi. Dan jangan lupa, ketika ia bersedekah ia mengharapkan pahala di kehidupan akhirat. Dan itulah yang paling besar yang kita harapkan. Karena hakikat harta kita yang telah kita infaqkan dalam kehidupan dunia. Yang belum kita infaqkan, kita akan wariskan atau menjadi bagian pencuri dan perampok. Atau mungkin terbakar oleh api. Sedangkan yang kita sudah infaqkan di jalan Allah, itulah yang akan menjadi harta kita selama-lamanya. Bahkan sampai dalam kehidupan akhirat nanti.

Ada 4 alasan mengapa seorang muslim semestinya lebih dermawan di bulan Ramadhan:

1. Kedermawanan bisa menimbulkan rasa cinta

Semua orang pasti mencintai orang-orang yang dermawan, yang suka berinfak, yang suka membantu orang lain dengan hartanya, demikian pula mendatangkan pujian dari Allah, demikian pula dari manusia. Sebagaimana bakhil itu mendatangkan celaan dan kebencian. Dan tidak ada kebaikan pada harta kecuali apabila disertai dengan kedermawanan. Harta tidak akan pernah menjadi baik saudaraku, apabila ternyata kita tidak memiliki sifat kedermawanan tersebut. Sebagaimana tidak ada manfaatnya lisan kecuali apabila ia berbicara dalam hal-hal kebaikan.

2. Kedermawanan Seperti Angin Sepoi – Sepoi

Meneladani Sang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lebih dermawan kepada seorang tanpa pilah pilih di bulan Ramadhan melebihi angin yang bertiup sepoi-sepoi.

3. Kedermawanan untuk membantu sesama

Adanya orang-orang miskin yang memerlukan bantuan. Disini sifat dermawan adalah sifat yang sangat mulia karna membantu orang – orang lain yang dalam kesulitan.

4. Kedermawanan bisa menambahkan rasa dermawan orang lain


Untuk bisa bisa berpuasa sebagian orang harus terpaksa libur kerja. Orang ini tentu sangat layak untuk dibantu.Jika menambah kedermawanan kepada orang lain saja dianjurkan apalagi untuk anak dan isteri sendiri.Selayaknya ada tambahan uang belanja untuk isteri di bulan Ramadhan agar semua anggota keluarga lebih semangat menjalankan ibadah puasa.

Read more https://konsultasisyariah.com/36357-tiga-alasan-sebaiknya-anda-lebih-dermawan-di-bulan-ramadhan.html
https://www.radiorodja.com/47421-anjuran-untuk-senantiasa-bersifat-dermawan-dan-menjauhi-sifat-bakhil/

Ada Yang Ingin Anda Tanyakan ? Chat Kami