Buat kamu yang tidak memiliki banyak waktu namun ingin berbisnis untuk mencari penghasilan, kamu bisa pertimbangkan bisnis dropshipping ini. Bisnis ini bisa dibilang merupakan bisnis yang nggak sulit namun bisa mendapatkan banyak keuntungan. Karena secara teknis kamu hanya perlu memesankan barang yang dipesan oleh customer kamu kepada supplier. Dikarenakan bisnis ini tidak terlalu rumit, kamu bisa menjadikan bisnis ini sebagai bisnis sampingan. Sehingga kamu tetap memiliki waktu untuk bekerja apabila kamu memiliki pekerjaan utama.

Nah walaupun mudah, bisnis tetaplah bisnis. Diperlukan strategi dan skill dasar dalam berbisnis, supaya bisnis bisa berhasil dan berjalan dengan baik. Tapi tenang aja, karena bamcargo akan membahas bagaimana cara menjadi dropshipper yang baik dan benar. Soalnya kamu juga tidak boleh asal dalam berbisnis, akan sangat disayangkan jika bisnis kamu tidak bertahan lama. Maka itu kamu harus simak terus artikel ini, karena bamcargo udah siapkan 10 Cara menjadi dropshipper yang baik. Yuk simak di bawah!

Apa itu Dropship dan Dropshipper?

Dropship adalah model bisnis dimana penjual tidak perlu menyimpan persediaan barang melainkan produsen dan supplier yang langsung mengirimkan produk kepada pembeli. Sedangkan dropshipper adalah seseorang yang menjalankan bisnis dengan model dropship. Dropshipper hanya perlu mengirimkan informasi pesanan dari pembeli kepada produsen dan supplier dan bisa mengirimkan produk atas nama toko dropshipper itu sendiri.

Darimana Keuntungan Dropshipper Berasal?

Keuntungan dari dropshipper didapatkan dari selisih antara harga dari pihak produsen atau supplier dengan harga penjualan yang ditawarkan dropshipper itu sendiri. Beberapa produsen atau supplier juga menerapkan sistem komisi dari jumlah penjualan produk yang dijual oleh dropshipper.

Untuk kamu yang ingin menekuni Bisnis Dropship lebih dalam atau yang ingin mengetahui tentang Cara menjadi Dropshipper tenang saja bamcargo sudah menyediakan Artikelnya loh! Berikut ialah Artikel

Keuntungan dari Model Bisnis Dropshipping

1. Memerlukan Modal yang Sedikit

Inilah keuntungan utama dari model bisnis dropship, jika dibandingkan dengan model bisnis online lainnya dropship memiliki modal yang jauh lebih sedikit. Karena, sebagai penjual kamu tidak perlu menanam modal untuk persediaan barang, kamu hanya perlu menginformasikan pesanan pembeli kepada supplier. Karena itu pula biaya untuk menyewa bangunan untuk menyimpan stok barang juga ditiadakan.

2. Waktu Operasional Lebih Fleksibel

Keuntungan ini dirasakan oleh bisnis online secara umum. Kamu dapat melayani pembeli sesuai dengan waktu yang diinginkan. Karena menggunakan fitur dropship, waktu untuk menyiapkan pengiriman barang juga ditiadakan karena seluruh prosesnya ditanggung oleh supplier.

3. Resiko Lebih Kecil

Karena tidak diharuskan untuk menyetok barang, bisnis dropship memiliki resiko yang lebih kecil khususnya untuk produk-produk musiman yang memiliki jumlah permintaan besar pada waktu yang singkat.

Sekilas terlihat mudah dan banyak keuntungan yang ditawarkan menjadi seorang dropshipper, namun untuk sampai ke titik memasarkan produk dari supplier ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Sebelum menjadi dropshipper, yuk simak beberapa cara dan tips menjadi dropshipper online berikut ini!

10 Cara Menjadi Dropshipper yang Baik

1. Tentukan Barang yang Ingin Kamu Jual

Tentukan dulu barang apa yang ingin kamu jual, supaya kamu bisa menganalisis target dan segmentasi pasarnya. Pastikan juga barang yang ingin kamu jual adalah barang-barang yang mudah laku dan pasti dicari, misalnya seperti aksesoris handphone, produk hijab, pakaian wanita, kosmetik, dan lain-lain. Bisnis dropship terkenal dengan kemudahannya, sehingga barang yang kamu jual juga harus mudah dicari dan mudah dijual.

2. Cari Supplier yang Bagus

Setelah menentukan produk, tahap berikutnya adalah mencari supplier. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih supplier, seperti reputasi, kualitas produk, dan pengiriman yang cepat dan aman sehingga barang cepat sampai ke tangan pembeli. Pastikan supplier menggunakan layanan dari bamcargo yang memiliki harga bersaing, respon cepat, dan tanpa khawatir. Sebagai dropshipper,kamu bisa cek ongkir dan cek resi bamcargo sehingga kamu bisa mengestimasikan ongkos kirim dan mengetahui status dari barang dropship mu.

3. Nego Harga dengan Supplier

Kamu pasti akan membutuhkan harga beli yang semurah-murahnya agar bisa mengambil keuntungan tanpa perlu menjual dengan harga yang tinggi. Melakukan negosiasi dengan supplier adalah cara yang harus dilakukan untuk mendapatkan fair price. Misalnya kamu bisa nego potongan harga sekian jika membeli barang lebih dari seribu buah, atau juga bisa negosiasi harga ongkir dan sebagainya. Buatlah prinsip win win solution antara kamu dengan supplier supaya kerjasama dapat berjalan dengan baik.

4. Tentukan Harga Jual

Setelah melakukan negosiasi dengan supplier, hitung harga dari setiap barang yang kamu beli untuk menentukan harga jualnya. Riset juga rata-rata harga pasar dari barang yang ingin kamu jual, sehingga harga yang kamu tentukan tidak terlampau tinggi atau rendah dibandingkan harga pasar. Berikan harga yang kompetitif agar kamu tidak merusak harga pasar yang sudah ada. Hitung juga biaya operasional yang kamu keluarkan, karena kamu juga harus menutup biaya tersebut agar bisnis kamu tidak merugi.

5. Menjadi Dropshipper di Marketplace!

Kamu bisa memanfaatkan marketplace untuk menjalankan bisnis dropship, karena marketplace memberikan keamanan transaksi yang akan menguntungkan kamu dan customer. Marketplace seperti Tokopedia dan Shopee juga menawarkan banyak promo seperti gratis ongkir dan potongan harga yang pasti akan disukai oleh customer kamu. Nah kamu juga bisa gunakan Shopify untuk berjualan, karena dengan Shopify kamu bisa membuat website sendiri walaupun kamu tidak memiliki skill coding. Gunakan platform berjualan online yang paling nyaman bagi kamu, supaya kamu juga enjoy dalam menjalankan bisnis.

6. Menentukan Brand yang Ingin Kamu Ambil

Apabila kamu menjual barang dari sebuah brand, kamu juga harus menentukan brand yang tepat. Misalnya jika kamu ingin berjualan kosmetik, ada beberapa brand kosmetik yang sangat populer dan pasti dicari oleh banyak orang. Nah pemilihan brand yang tepat akan mempermudah penjualan kamu, sehingga kamu jangan sampai salah dalam menentukan brand yang ingin diambil. Kamu bisa lakukan riset terlebih dahulu jika kesulitan dalam memilih brand, agar kamu bisa menentukan brand yang tepat.

7. Fast Respon dengan Customer

Fast respon adalah satu faktor yang dibutuhkan customer ketika berbelanja online, karena mereka tetap ingin merasakan pengalaman berbelanja dengan cepat seperti ketika berbelanja offline. Pastikan kamu selalu bisa membalas pesan dan memesankan barang dengan sigap ketika supaya customer kamu puas dengan pelayanan yang diberikan. Kepuasan mereka bisa memberikan reputasi baik untuk bisnis kamu, sehingga bisnis kamu bisa direkomendasikan kepada orang lain.

8. Jangan Mudah Menyerah

Selain menyiapkan modal dan strategi, kamu juga harus menyiapkan mental yang kuat untuk menjalankan bisnis. Pasti akan ada banyak sekali keputusan yang kamu ambil, sehingga dibutuhkan pertimbangan kuat untuk menentukannya. Keputusan yang kamu ambil bisa berdampak baik dan bisa saja berdampak buruk, nah disitulah mental kamu akan diuji. Jika kamu ingin menjaga bisnis kamu tetap aman, maka kamu harus memutar otak untuk mencari strategi lain. Jangan sampai kamu mudah menyerah dan melepaskan tanggung jawab.

9. Pisahkan Keuntungan Kamu

Uang yang didapatkan dari keuntungan adalah bukti bahwa bisnis kamu menghasilkan, maka itu kamu harus memisahkannya dengan uang lainnya. Setelah dipisahkan, kamu bisa lebih mudah mengatur keuntungan kamu. Misalnya beberapa bagian ingin kamu ambil, beberapa bagian lainnya ingin kamu jadikan modal kembali. Nah supaya keuangan kamu tetap sehat, lakukan pencatatan dari setiap uang yang masuk dan keluar. Jangan sampai bisnis kamu merugi akibat kesalahan hitung dan tidak adanya catatan keuangan.

10. Menganalisa Lebih Dalam Cara Menjadi Dropshipper yang Baik

Cara-cara yang baru saja dijelaskan tadi adalah cara-cara dasar yang harus kamu ketahui, namun kamu juga harus menganalisa lebih dalam bagaimana cara menjadi dropshipper yang baik. Misalnya seperti cara mengatasi keuangan, cara berpromosi, cara berinovasi, dan lain-lain. Masalah seperti itu tidak boleh kamu ketahui dasarnya saja, namun juga secara mendalam. Karena dropship merupakan sebuah bisnis yang harus kamu manage agar tetap menguntungkan.

Ada Yang Ingin Anda Tanyakan ? Chat Kami