Beberapa tahun belakangan ini, bisnis sepatu handmade mulai popular. Ini dikarenakan kaum milenial menginginkan sepatu yang bisa menjadi fashion statement. Mereka tidak sekadar menginginkan sepatu sebagai alas kaki, namun juga sebagai karya seni yang eksklusif tapi tetap dengan harga terjangkau.

Jika Sobat bamcargo tertarik untuk membuka bisnis sepatu handmade, maka bisa mulai dari mempersiapkan modal sekitar sepuluh juta rupiah. Modal ini nantinya akan dibelanjakan untuk perlengkapan mendesain sepatu seperti pensil, kaki tiga, cutter, tinta perak, tang catut, lem fox sintetis, palu, gunting, paku dan lain-lain. Lalu bahan baku pembuatan sepatu yang meliputi benang jahit, kulit, kain lapis, sol luar, kertas manila, vinil, spon ati, amplas, paper tape, texon dan mesin sepatu. Tidak ketinggalan juga biaya promosi seperti pembuatan spanduk, katalog, brosur, iklan di media cetak atau online.

Carilah partner bisnis yang bisa dipercaya. Partner di sini maksudnya adalah tenaga ahli yang bisa membawa desain sepatu impian Sobat bamcargo menjadi nyata. Bila modal belum mencukupi untuk promosi besar-besaran seperti menggunakan jasa influenser, manfaatkanlah strategi marketing word of mouth. Biarkan kepuasan konsumen yang membesarkan bisnis Sobat bamcargo. Jangan malu juga untuk berdiskusi dengan sesama penyuka sepatu, yaitu calon konsumen Sobat bamcargo sendiri. Cari tahu tren yang sedang populer, bahan sepatu yang bagus, dan sebagainya.

Berikut contoh pengusaha yang sudah sukses menjalankan bisnis sepatu handmade dengan modal yang relatif terjangkau.

1. Adorable Project
Adorable Project adalah merek sepatu lokal handmade yang sudah memiliki jaringan Customer Service di 27 kota di Indonesia. Tidak hanya itu, Adorable Project sudah mengimpor sepatu buatan mereka ke Malaysia dan Jeddah. K ini terkenal dengan eksklusivitasnya, karena satu model sepatu biasanya diproduksi tidak lebih dari 100 pasang. Selain itu, konsumen bisa minta custom sesuai selera. Harganya yang ditawarkan tidak mahal, hanya berkisar Rp 115-280 ribu.

Adorable Project didirikan tahun 2009 oleh Ira Hanira, lulusan Jurusan Desain Komunikasi Visual Institut Teknologi Nasional. Wanita kelahiran tahun 1986 ini memanfaatkan tenaga perajin sepatu andal di sekitar

Bandung. Hanya bermodal keberanian dan uang sebesar Rp 10 juta, bengkel sepatu kecil-kecilan kini sudah bisa mendatangkan omset Rp 800 juta-1 miliar per bulan.

2. Limaryshoes
Limaryshoes adalah salah satu merek sepatu handmade Indonesia. UMKM yang berbasis di kota Solo ini didirikan oleh Lilis yang sejak remaja sudah hobi mendesain sepatu. Usahanya ini dibantu oleh Rubiyanto, seorang pembuat sepatu yang sudah bergelut di bidang itu selama 22 tahun. Bersama, mereka membuat berbagai macam boots, heels, platform, clog, dan flatshoes.

Lilis awalnya hanya membuat sepatu untuk diri sendiri. Kemudian ia coba-coba untuk memasarkannya lewat Twitter dan Instagram. Tak disangka, usahanya itu berhasil meraih omzet belasan juta. Harga yang dipatok oleh Lilis untuk setiap sepatunya beragam, tapi tetap terjangkau.

Ada Yang Ingin Anda Tanyakan ? Chat Kami