Mengirim bunga umumnya menjadi tanda cinta kamu untuk orang-orang terkasih. Selain membuat hati si penerima senang, bunga juga bisa menjadi penghias sekaligus pewangi alami ruangan. Namun, bunga potong biasanya akan layu setelah beberapa hari. Paling lama, bunga potong hanya bertahan seminggu. Nah, alih-alih mengirim bunga potong, pernahkah Sobat bamcargo terpikir untuk mengirimkan tanaman bunga?

Tanaman adalah makhluk hidup yang bisa bertahan selama puluhan tahun. Apalagi jika dirawat dengan baik dan tidak terkena hama. Kamu bisa melambangkan cintamu yang tidak kunjung mati dengan mengirim tanaman bunga. Bila Sobat bamcargo merasa tertarik untuk mengirim tanaman bunga ke pacar, keluarga atau justru membuka usaha jualan tanaman bunga, simak cara membungkus bunga agar tidak rusak saat dikirim berikut ini!

1. Perhatikan Karakter Tanaman Bunga

Ada banyak jenis tanaman bunga yang bisa Sobat bamcargo jual secara online. Namun tidak semua tanaman bunga bisa beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Tanaman bunga yang tahan dengan kondisi ekstrem adalah Anggrek dan Bromeliads. Sobat bamcargo tidak perlu terlalu khawatir terhadap kondisi tanaman dalam proses pengiriman. Sebaliknya saat mengirimkan Peace Lily dan Gardenia, Sobat bamcargo perlu memastikan menggunakan pengiriman kilat dengan jarak pengiriman yang tidak terlalu jauh. Pasalnya tanaman bunga tersebut sensitif terhadap suhu, kelembaban, dan pencahayaan. Sobat bamcargo juga perlu memperhatikan kondisi fisik tanaman dalam pengiriman bunga, karena ada beberapa yang tangkainya rapuh sehingga mudah patah.

2. Tanaman Tidak Boleh Bergoyang

Guncangan dalam proses pengiriman adalah hal yang hampir tidak bisa dihindari. Oleh karena itu Sobat bamcargo perlu berhati-hati saat melakukan pengemasan agar tanaman bunga tidak bergoyang dan berbenturan dengan benda lain sehingga mengalami kerusakan. Hal pertama yang harus Sobat bamcargo lakukan adalah membungkus media tanam dengan kantong plastik berlapis agar tanah tidak tumpah keluar. Untuk batang tanaman, bungkus dengan kertas koran sebanyak 2-3 lembar namun tetap berikan sedikit kelonggaran agar tanaman tetap dapat udara. Gunakan stapler/selotip supaya stabil.

3. Perhatikan Kelembaban

Banyak situasi tak terduga yang bisa timbul selama proses pengiriman bunga dan merusaknya. Contohnya saat paket terpapar matahari atau berada dalam suhu panas. Tanaman bunga bisa menjadi bonyok dan busuk. Oleh karena itu Sobat bamcargo perlu membasahi media tanam di sekitar akar atau membungkusnya dengan plastik berisi sedikit air untuk menjaga kelembaban pada tanaman bunga.

4. Berikan Zat Adaptan

Rendam akar tanaman dengan zat adaptan seperti Auksin dan vitamin lainnya selama satu hingga tiga jam serta semprotkan pada daun. Zat adaptan dan vitamin berfungsi membesarkan dan memanjangkan sel di daerah belakang meristem ujung (jaringan yang menyokong pertumbuhan tinggi dan besar tanaman). Tanaman yang daya tahannya sudah ditingkatkan akan mampu menghadapi perubahan kondisi lingkungan selama proses pengiriman bunga.

5. Pilih Kemasan yang Kuat dan Kokoh

Agar tanaman bungamu terhindar dari benturan dan himpitan oleh benda lain, pilihlah kemasan yang kuat dan kokoh. Kamu bisa menggunakan kardus, namun akan lebih baik lagi bila kamu menggunakan packing kayu. Apalagi bila jarak pengirimannya jauh seperti keluar pulau.

Nah, sekian cara atau tips mengirim bunga. Semoga orang terkasihmu atau pelangganmu akan merasa senang ya menerima tanaman bunga darimu! Agar paket bungamu aman hingga sampai tujuan, percayakan pengirimannya pada kami! bamcargo terhubung dengan belasan penyedia jasa ekspedisi yang memiliki layanan antar kilat sehingga pengiriman bunga kamu bisa sampai dalam waktu singkat. Kamu juga tidak perlu pusing dengan ongkos kirim yang mahal karena kamu bisa memilih jasa ekspedisi yang sesuai dengan budget kamu. Untuk info lebih lanjut yuk kunjungi websitenya di bamcargo.id

Ada Yang Ingin Anda Tanyakan ? Chat Kami